Sabtu, 23 Juni 2012

Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Kota Bekasi Tahun 2001-2011



Nama kelompok:
1. Nonik (15110023)
2. Siti Nurfana Sabatian (16110606)
3. Vicky Ariesca Merliana (19110701)
2ka11


PRODUK DOMESTIK REGIONAL  BRUTO KOTA BEKASI
TAHUN 2001-2011

KATA PENGANTAR
     Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT  atas selesainya penyusunan publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota Bekasi  tahun 2001-2011. Publikasi PDRB ini,antara lain memuat informasi tentang gambaran umum,struktur perekonomian,pertumbuhan ekonomi,pendapatan regional dan pendapatan per kapita penduduk kota Bekasi. Data tersebut diharapkan bermanfaat bagi para pengambil kebijakan,khususnya Pemerintah Kota Bekasi dan pengguna  data lainnya agar perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi kebijakan pembangunan menjadi lebih terarah.
     Mengingat betapa pentingnya data PDRB ini terus diupayakan penyempurnaan penyajiannya dengan harapan data PDRB ini dapat bermanfaat lebih optimal bagi para pengguna data. Atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih,semoga publikasi ini dapat bermanfaat.

                                                                                                                                  KU APBD
TAHUN ANGGARAN 2012



Daftar Isi
Kata pengantar................................................................................................i
Daftar isi.........................................................................................................ii

I.Pendahuluan.................................................................................................1
1.1  Latar belakang...........................................................................................1
1.2  Maksud dan tujuan....................................................................................1
1.3  Manfaat.....................................................................................................1
1.4  Arti dan pengertian PDRB.........................................................................1

II.PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Indikator Ekonomi Makro Tahun Sebelumnya...................2
2.2 Rencana Target Ekonomi Makro 2012.......................................................3



 I.PENDAHULUAN

1      
1    1.1 LATAR BELAKANG

Untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kota Bekasi dengan struktur ekonomi yang diharapkan,makapembangunan di suatu wilayah perlu direncanakan dan dievaluasi dengan baik terhadap hasil yang telah dicapai.oleh karena itu,perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kota Bekasi agar lebih terarah dan terpadu maka pembangunan di Kota Bekasi harus dilandaskan pada statistik yang baik dan cermat,salah satunya adalah data statistik Produk Domestik Regional Bruto(PDRB).

1   1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan data statisti PDRB dimaksud untuk menyajikan data statistik atau indikator berupa:
1.laju pertumbuhan perekonomian suatudaerah, baik secara menyeluruh maupun sektoral
2. tingkat kemakmuran melalui besarnya pendapatan per kapita (dalam hal ini lebih lengkap dengan tersedinya data PDRB daerah lain sebagai pembanding)

1   1.3 MANFAAT
Publikasi PDRB tahun 2001-2011  ini bermanfaat antara lain:
1. sebagai bahan evalusi pelaksanaan pembangunan ekonomi pada periode tahun 2001-2011.
2. sebagai bahan perencanaan bidang/aspek ekonomi baik jangka pendek maupun rencana pembangunan jangka menengah  baik bagi pemerintah ,dunia usaha maupun  masyarakat luas.

1   1.4 ARTI DAN PENGERTIAN PDRB
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah total nilai produk barang dan jasa   yang diproduksi di wilayah (regional) tertentu dalam kurun waktu tertentu (satu tahun). Disebutkan bahwa besaran PDRB dapat dihitung melalui pengukuran arus sirkulasi (circular flow), dan pengukurannya dapat dibedakan menjadi tiga cara: 
1.metode total keluaran (total-output method)
2.metode pengeluaran atar keluaran(spending-on-output method)
3.dan metode pendapatan dari produksi (income from-production method).
PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.



                                                 II. PEMBAHASAN
2.1 PERKEMBANGAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO TAHUN SEBELUMNYA

Pembangunan ekonomi Kota Bekasisepanjang2001
2011 berdasarkan perkembangan indikator ekonomi makro menunjukkan trend meningkat dari tahun ketahun, yangantara lain dapat dilihat dari trend pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB).
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kota Bekasi tahun 2010 meningkat sebesar11,36%, yaitu dari Rp.31.475.387,86(dalamjutarupiah)padatahun2009 menjadiRp.35.049.860,54(dalamjutarupiah)padatahun2010. Nilai peningkatan tersebut lebih tinggidibandingkan peningkatan tahun 2009 daritahun 2008 yang mencapai 6,6%, yaitudari Rp.29.525.360,31(dalamjutarupiah)tahun2008 menjadiRp.31.475.387,86(dalamjutarupiah)tahun2009. Selanjutnya,PDRB Kota Bekasiterakhir tahun 2010 Atas Dasar Harga Konstan (2000) meningkat sebesar5,40%,yaitu dari Rp.14.622.593,74(dalamjutarupiah)tahun2009 menjadiRp.15.412.543,42(dalamjutarupiah)tahun2010. Nilai peningkatan tersebut lebihtinggidibandingkan dengan peningkatan tahun 2009 dari tahun2008 yang mencapai 4,13%, yaitu dari Rp.14.042.404,20(dalamjutarupiah)tahun2008 menjadiRp.14.622.593,74(dalamjutarupiah)tahun2009.

tabel 2.1
Produk Domestik Regional Bruto 
Kota Bekasi Atas dasar Harga Berlaku Tahun2007–2010(JutaRupiah)


                                                  gambar 2.2
 komposisi nilai kontribusi sektoral terhadap 
pembentukan PDRB ADHB kota bekasi tahun 2010 

 

pada gambar 2.2 disajikan trend perkembangan LPE kota bekasi dalam kurun waktu hampir 1 dekade tahun (2001-2009). yang menunjukan kinerja perekonomian kota bekasi relatif fluktuatif. Sejak tahun 2001, trend perkembangan LPE Kota Bekasi menunjukkan kondisi cukup baik dengan pertumbuhan relati moderat. Namun pada tahun 2007 ­­seiring dengan terjadinya krisis ekonomi nasional yang berimbas pada berbagai sektor kegiatan ekonomi ditingkat regional maupun lokal­­­ kinerja perekonomian Kota Bekasi mengalami penurunan tingkat pertumbuhan. Kinerja perekonomian Kota Bekasi pada tahun 2008 menunjukkan penurunan yangcukupsignifikan yaitu hanya mencapai 5,94% atau lebih rendah dibandingkan tahun2007 yangmencapai 6,44%.


gambar 2.3
perkembangan LPE kota bekasi  tahun 2001-2011 atas dasar harga berlaku
  


2.2 RENCANA TARGET EKONOMI MAKRO 2012 

sebelumnya serta mempertimbangkan kondisi umum perekonomian nasional dan regional Jawa Barat, perkembangan ekonomi KotaBekasi tahun 2012 dalam konteks makro regional diperkirakan akan terus berkembang dan tumbuh secara dinamis dalam kerangka pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
fokus kebijakan perekonomian Kota Bekasi dalam konteks mendorong sekaligus menjamin terjadinya pertumbuhan dinamisadalah:
  1. Mempertahankan dan meningkatkanlaju pertumbuhan sektor industri manufakturdengan tingkat pertumbuhan minimal 5,30% melalui paketpemberian intensif kemudahan perijinan.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 5,25%. 
  3. Meningkatkan kualitas belanja pemerintah melalui peningkatan belanja investasi. 
  4. Meningkatkan investasi menjadi 12,5%. 
  5. Menggali dan mengoptimalkan potensi ekonomilokal(localeconomicdevelopment).
  6. Menumbuhkan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitasdan kuantitas UMKM dankoperasi.

 
daftar pustaka :
http://bekasikota.go.id/files/fck/KU%20APBD.pdf

  











Selasa, 24 April 2012

ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN DAGING SAPI DI INDONESIA

NAMA KELOMPOK :
• NONIK
• SITI NURFANA SABATIAN
• VICKY ARIESCA MERLIANA

ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN DAGING SAPI DI INDONESIA
( supply and demand analysis of beef meat in indonesia )

Nyak Ilham

pusat penelitian dan pengembangan sosial ekonomi pertanian

SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PETERNAKAN DAN VETERINER 2001
HALAMAN : 385 - 403

PENDAHULUAN
selama periode 1987-1996 rataan laju peningkatan konsumsi daging sebesar 7,36 % per tahun (ditjen peternakan,1997). kontribusi daging sapi (21,27%), pada periode yang sama konsumsi daging sapi tumbuh sebesar 4,43%, sedankan produksi yang sebagian besar berasal dari peternakan rakyat, populasinya hanya tumbuh 2,33%. tanpa upaya peningkatan produksi, diduga akan terjadi pengurasan populasi.

PERMASALAHN YANG DIKAJI ADALAH :
1. faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, permintaan dan harga daging sapi domestik.
2. faktor-faktor ynag mempengaruhi volume dan harga sapi impor.
3. respon penawaran, permintaan, dan harga daging sapi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya.

PENILITIAN INI BERTUJUAN UNTUK :
1. menganalisis faktor yang mempengaruhi pemakaian daging sapi dari peternakan rakyat, industri peternakan rakyat dan impr, permintaan dan harga-harga daging sapi di indonesia.
2. menganalisis respon penawaran, permintaan dan harga daging sapi terhadap perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Jumat, 20 April 2012

LAPINDO SIDOARJO

Banjir lumpur panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran lapindo brantas inc di Dusun Balongnongo Desa,renokenongo Kecamatan porong, kabupaten sidoarjo, Jawa Timur , sejak tanggal 26 Mei 1992 . 
Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di jawa timur. 
Peristiwa ini menjadi suatu tragedi ketika banjir lumpur panas mulai menggenangi areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri. Hal ini wajar mengingat volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar).